Basketball without Borders (BwB), sebuah program kerjasama antara National Basketball Association (NBA), the International Basketball Federation (FIBA), dan the Basketball Federation of India, telah diadakan baru-baru ini di India di American Embassy School of New Delhi dari 3-6 Juli. Ini yang pertama kali diadakan di India, dihadiri oleh 53 peserta muda dari 15 negara yang berbeda di benua Asia yang akan bergabung bersama pemain dan pelatih NBA.
Pemain NBA diwakili oleh Kyle Korver (Utah Jazz), Ronny Turiaf (L.A. Lakers), Pat Garrity (Orlando Magic), dan Linton Johnson (Phoenix Suns). Terdapat juga pelatih training Minnesota Timberwolves Gregg Farnam, asisten pelatih Houston Rockets Dean Cooper, pelatih legendaries San Antonio Spurs Don Casey and Don Newman. Serta mantan pemain Dominique “The Human Highlight Film” Wilkins dan Sam Perkins.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keahlian bermain para peserta, tapi yang lebih penting lagi yaitu menumbuhkan rasa percaya diri bahwa mereka adalah masa depan dari bola basket, belajar bagaimana bersikap positif yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan, serta tetap mengingat bahwa kita hanya mendapatkan apa yang pernah kita berikan (you can only get out of it what you put in). Seperti yang pernah dikatakan Komisaris NBA David Stern bahwa NBA dan para pemain di dalamnya memiliki kesempatan unik untuk menggunakan bola basket sebagai sarana untuk menekankan pentingnya permainan bola basket terhadap perubahan social di sekitarnya (baca:seluruh dunia).
Para peserta sendiri berusaha sebaik mungkin di pusat pelatihan untuk menunjukkan keahlian mereka, mengapa mereka terpilih mewakili negara masing-masing, dan bermain dengan penuh semangat, dengan menggunakan hati dan pikiran mereka.
Para peserta dibagi dalam empat tim, yaitu Orlando Magic, Phoenix Suns, Utah Jazz and LA Lakers, mereka dilatih oleh para pemain dan pelatih secara bergiantian tiap 15 menit. Bagi Don Hanlin dari Cina, ini merupakan kegiatan BwB-nya yang kedua. Baginya di pelatihan yang kedua ini dia berharap dapat belajar teknik dan jenis-jenis latihan yang dapat dia gunakan untuk meningkatkan permainannya di sebuah pertandingan.
Salah satu peserta tuan rumah, Arjun Singh, sangat senang dengan pelatihan ini. Banyak yang ingin dia pelajari untuk menjadi seorang point guard, tidak hanya keahlian dasar, tapi juga keahlian menembak dan posting.
Di luar kegiatan pelatihan, para pemain NBA berbaur dengan masyarakat. Salah satunya dengan mendatangi Sahara Center for Residential Care and Rehabilitation, sebuah tempat bagi mereka yang terjangkit virus HIV/AIDS dan ketergantungan obat-obatan. Di sini para pasien akan mendapatkan pelayanan kesehatan, perawatan, serta konseling. Tempat ini juga menjadi “rumah” yang aman bagi wanita dan anak-anak dari kekerasan seksual dan perdagangan manusia.
Sesampainya di Sahara, para pemain disambut oleh anak-anak. Anak-anak ini kemudian menceritakan pengalaman mereka, baik yang telah berhasil, atau yang masih berjuang mengatasi ketergantungan mereka pada obat-obatan. Para pemain membalasnya dengan kenang-kenangan berupa cap dan tanda tangan mereka pada spanduk yang telah diseiakan oleh anak-anak. Selain itu Kyle Korver memberikan setiap pasien sepasang sepatu Converse dan NBA memberikan bantuan berupa pakaian dan obat-obatan. Di akhir kunjungan para pemain ditantang bermain sepak bola oleh anak-anak.
Kegiatan yang berlangung tanggal 4 Juli kemarin (bersamaan dengan perayaan kemerdekaan Amerika Serikat) berlangsung tanpa pesta barbeku dan kembang api, namun jusrtu sebuah kegiatan yang melambangkan semangat kemanusiaan dan kekuatan memberi.
Sampai saat ini program BwB telah melibatkan lebih dari 250 pemain dan mantan pemain, pelatih dan asisten pelatih dari 30 tim NBA yang menjadi mentor dan pelatih bagi lebih dari 1200 atlit muda dari 100 negara dan wilayah di lima benua. Tahun lalu program BwB berlangsung di Shanghai, China; São Paulo, Brazil; Paris, France; and Johannesburg, South Africa.
Kapan ya mampir di Indonesia ? Ini tantangan bagi para pengurus daerah untuk membina para atlit (khususnya atlit muda) agar dapat dilirik oleh NBA agar wakil kita juga dapat berpartisipasi di program-program BwB berikutnya.










informasinya sangat bermanfaat, kalo bisa, tolong kirimkan informasi lainnya, lewat e-mail saya !! ^_^