Rasanya masih segar teringat dalam ingatan kita bagaimana Kevin Garnett (KG) meneriakkan “Nothing is impossible” pada saat dia di wawancara ESPN ketika Celtics mengalahkan Lakers di Game 6 Final NBA tahun lalu.
Masih teringat juga bagaimana Celtics harus melakoni 7 game playoff sebanyak 2 kali pada saat melawan Atlanta Hawks dan Cleveland Cavaliers.
Kini, di bulan April drama seperti itu akan kembali terjadi. Ya..NBA Playoff 2009 siap digelar !!!
Baik di Wilayah Timur maupun Barat masih terjadi persaingan sengit memperebutkan delapan jatah tim terbaik untuk tampil di Playoff. Sejauh ini sudah 6 tim dari Timur dan 7 tim dari Barat yang sudah memastikan lolos ke Playoff. Walaupun demikian mereka tetap berjuang untuk terus menang demi mendapatkan keuntungan bermain di kandang.
Bila tahun2 sebelumnya persaingan Wilayah Barat yang seru, namun kali ini Wilayah Timur yang lebih ketat.
Di Barat tinggal Dallas Mavericks dan Phoenix Suns yang masih bersaing sengit. Dengan sisa 5 game, Mavs memiliki keuntungan 4 game atas Suns. Sepertinya sulit bagi O’Neal untuk memberikan cincin juara bagi Suns, seperti janjinya waktu pindah dari Miami Heat, tahun ini.
Sedangkan di Timur, masih ada Chicago Bulls, Detroit Pistons, Charlotte Bobcats, Indiana Pacers, dan New Jersey Nets. Maksimal mereka hanya berselisih 5 game. Dan yang lebih seru lagi di game terakhir hari ini mereka menang semua !!
Kalau mau berprediksi, 2 jatah terakhir akan saya berikan pada Bulls dan Bobcats. Bukan karena faktor Jordan (Bulls adalah mantan klub Jordan sedangkan Bobcats adalah klub milik ordan sekarang), tapi lebih ke faktor materi. Sejak kepindahan John Salmons dan Brad Miller dari Sacramento Kings, Bulls menjadi lebih seimbang permainannya baik defense maupun offense walapun dipimpin oleh calon peraih penghargaan Pendatang Baru terbaik, Derrick Rose. Sama halnya dengan Bobcats. Mendapatkan Raja Bell dan Boris Diaw dari Suns mampu memberikan “kedewasaan” bagi tim muda yang dimotori Raymond Felton, Emeka Okafur, dan Gerald Wallace.
Kenapa bukan Pistons ? Satu jawaban, “The Answer”, Allen Iverson, yang tak kunjung bermain baik serta tidak menerima perannya sebagai cadangan di bawah asuhan Michael Curry. Ditambah lagi dengan cedera. Jadilah Pistons tim yang timpang di luar makin meningkatnya permainan Rodney Stuckey dan Will Bynum.









Komentar Terakhir